Pengurusan Surat Tanah Hasil Warisan

Penanya:
Almarhum ibu saya memiliki rumah+tanah. Tanah tersebut merupakan harta warisan yang diberikan nenek buat alm dan adeknya ( paman ).
Saat ini kami bermaksud tuk mengurus surat tanah yg hilang tsb. Dari pihak kelurahan menyampaikan kami harus mengurus surat HAK WARIS terlebih dahulu.
  1. Apakah surat HAK WARIS bisa dibuat, mengingat ada Hak paman saya atas tanah tersebut ?
  2. Dari kelurahan menyampaikan bahwa pihak kelurahan tidak bisa membantu banyak melainkan melalui sidang. Bisa dijelaskan maksud melalui sidang bagaimana?
  3. Persyaratan apa saja yang harus kami persiapkan untuk sidang tsb?

Jawaban:

Permasalahan warisan memang cukup rumit, tetapi ini bukan merupakan suatu halangan untuk diselesaikan secara clear agar dikemudian hari tidak timbul sengketa.

Ehm, untuk membahas masalah warisan ada beberapa kronologis yang belum disampaikan dengan jelas sehingga saya sedikit sulit untuk menganalisanya. yaitu:

  1. Agama dari almarhum nenek, agama almarhum ibu, paman dan anak dari almarhum ibu dan anak dari paman. Hal ini perlu diketahui terlebih dahulu untuk mengetahui hukum waris mana yang berlaku apakah hukum waris BW (non islam) ataukan hukum waris islam.
  2. Status harta waris yang diseketakan adalah Tanah + Rumah, apakah tanah tersebut telah bersertifikat dalam arti sudah didaftarkan di Badan Pertanahan Nasional (BPN) ataukah  berstatus Petok D (belum didaftarkan), ataukah justru berstatus sertipikat IJO. Hal ini penting diketahui menginggat upaya hukum apa yang dapat dilakukan, karena setiap pembuktian kepemilikan tanah memiliki prosedural yang berbeda.

Tetapi saya sedikit menjawab pertanyaan , karena simpel sih. hehehehehe.
yang pertama adalah apakah Hak Waris bisa dibuat?? Setahu saya yang bisa dibuat adalah surat keterangan ahli waris dan ini dibuat di kelurahan. karena tanah + Rumah tersebut adalah rumah nenek, maka  yang dibuat adalah surat keterangan ahli waris almarhum nenek. dalam surat tersebut secara otomatis nama anak-anak dari almarhum ibu dan nama paman masuk sebagai ahli waris dari almarhum nenek (Ingat: jika almarhum beragama islam maka dibuat cukup dikelurahan dan ahli waris yang bisa dicatat hanya yg beragama islam, sedangkan non islam di buat di depan Notaris).
INGAT!! jangan sekali-kali menggunakan surat keterangan ahli waris almarhum ibu untuk membagi warisan tanah + rumah tersebut karena sewaktu-waktu dapat dipemasalahakan oleh PAMAN yang seharusnya dia memiliki hak atas rumah tersebut. KECUALI ada pernyataan tertulis dari PAMAN bahwa dia menghibahkan tanah+rumah tersebut kepada para ahli waris almarhum ibu.

Menjawab pertanyaan kedua, Apakah harus melalui sidang?
Tidak harus sih cukup dengan kesepakatan ahli waris dalam pembagian harta (secara tertulis) itu sebagai bukti untuk mengeluarkan salinan baru. Akan tetapi untuk saat ini mekanisme paling aman adalah melalui sidang. Kalau saya jadi NOTARIS  untuk proses balik nama sertipikat maka saya akan menyuruh klien saya untuk meminta penetapan diPengadilan agar sewaktu-waktu saya tidak ikut disengketakan. hehehehehe.

Mekanismenya mudah kok asal sudah ada kesepakatan bersama saja dengan paman tentang pembagian warisan. cukup datang ke Pengadilan Agama (jika almarhum nenek beragama islam) atau ke Pengadilan Negeri (jika almarhum nenek beragama non islam). Datang kesana lalu meminta permohonan kepada Ketua Pengadilan  untuk menetapkan kesepakatan bersama tentang pembagian harta warisan –> dilakukan apabila para pihak sepakat dan tidak ada sengketa. Hakimnya cukup satu dan tidak perlu waktu lama.
Namun apabila salah satu ahli waris keberatan atas pembagian harta maka prosesnya dengan mengajukan gugatan waris dan mekanisme ini cukup memakan waktu lama, hakimnya 3 dan paling lama di proses pembuktiannya.
Untuk Persyaratan? datang aja ke PN/PA (Pengadilan) disitu ada persyaratannya. Hehehehehehe, ya paling gak bawa fotocopy KTP, KK, Surat Keterangan Ahli waris, Ngisii form di Pengadilan, Bawa Surat Permohonan (jika tidak ada sengketa) + surat kesepakatan bersama atau bawa surat gugatan (jika ada sengketa) + bayar biaya perkara awal TERAKHIR nunggu relass panggilan deh^^
Simpel kan…..

Ok. sekian penjelasan dari saya semoga bermanfaat.
Ditulis oleh: ranec

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s