Perceraian dan Hak Asuh Atas Anak

Penanya:

Saya merasa tidak tahan lagi dengan perlakuan suami dan menginginkan untuk bercerai. disamping itu saya menginginkan pula hak asuh atas anak jatuh di tangan saya.Bagaimana prosedur yang harus saya lakukan?

(Penanya beragama kristen)

Penjelasan Hukum:

Perceraian merupakan solusi terakhir yang dapat dilakukan apabila para pihak tidak dapat didamaikan, dalam hal ini saya tidak menyarankan untuk bercerai akan tetapi jika itu merupakan salah satu cara maka silahkan untuk dilakukan.

Pada dasarnya mekanisme atau prosedur perceraian yang dicatatkan di catatan sipil (non islam) dengan prosedur yang dicatatakan dalam KUA sama yaitu mengacu pada prosedur dalam HIR, akan tetapi khusus perkawinan yang dilakukan secara islam diatur pula dalam Undang-undang Peradilan Agama.

Untuk para pihak yang perkawinannya dicatatkan di catatan sipil (non islam) maka perceraiannya dilakukan dengan mengajukan gugatan cerai di pengadilan Negeri tempat dimana Tergugat tinggal. Prosedur pertama kali yang dapat dilakukan adalah dengan datang ke Pengadilan Negeri untuk mendaftarkan perkaranya sekaligus membayar biaya perkara pertama kali. pada saat meregister perkara jangan lupa sekaligus membawa gugatan yang akan di ajukan. Apabila penggugat tidak dapat membuat gugatan maka gugatan dapat dibuatkan oleh bagian hukum di Pengadilan Negeri.

Hal-hal yang dapat diminta dalam mengajukan gugatan perceraian, yaitu:

Putusnya cerai
Hak Asuh atas Anak
Pembagian harta gono-gini

Dalam ha l ini, ketiga tuntutan tersebut dapat diajukan dalam satu gugatan sehingga menghemat biaya perkara dan waktu persidangan yang berlarut-larut. akan tetapi pada faktanya khusus di wilayah Surabaya hanya boleh memohon satu tuntutan saja. sehingga jika mengajukan tuntutan Hak Asuh Atas Anak dalam satu gugatan akan ditolak oleh Majelis Hakim dan parahnya diancam bahwa gugatan akan di NO kan (Keterangan yang diperoleh dari para aktivis kaum perempuan). Kejadian tersebut jangan lantas tidak dicoba. saran saya tetap ajukan gugatan dengan dua atau tiga tuntutan tersebut untung-untung diterima dan diperiksa^^.

Langkah selanjutnya adalah menunggu relas panggilan untuk hadir dipersidangan. Sidang pertama adalah Mediasi yaitu para pihak diminta untuk berdamai biasanya majelis hakim akan memberikan waktu sekitar 7 hari hingga 14 hari, sidang berikutnya adalah pembacaan gugatan. secara prosedural gugatan diberikan pada saat sidang ke-dua yaitu dengan agenda pembacaan gugatan, akan tetapi pada faktanya gugatan tersebut telah diserahkan kepada Tergugat pada saat diberikan relas panggilan. Sidang berikutnya yaitu jawaban atas gugatan penggugat. ini merupakan sanggahan tergugat terhadap gugatan pengugat. Sidang selanjutnya yaitu Replik (Tanggapan Penggugat terhadap jawaban Tergugat)dan sidang berikutnya lagi adalah Duplik (Tanggapan Tergugat atas replik penggugat. Akan tetapi agenda Replik dan Duplik tidak selalu ada. apabila Penggugat tidak mengajukan Replik maka Duplik tidak ada. Sidang berikutnya yaitu Pembuktian, dalam hal ini pihak keluarga dalam dijadikan saksi dalam persidangan.

Untuk perceraian yang beragama kristen katolik, akan dihadiran pendeta (pemuka agama) dipersidangan untuk dimintai keterangan dan tentu saja para pemuka agama akan memberikan keterangan “Bahwa Secara Agama Mereka Tidak diperkenankan untuk Bercerai”. Akan tetapi jangan kawatir, pemaparan pemuka agama tersebut hanya menjadi bahan pertimbangan bagi majelis hakim untuk memutus cerai apakah tidak.

Terkait dengan hak asuh atas anak, tidak ada aturan anak umur berapa ikut ayah atau ibunya. berbeda dengan aturan dalam KHI bagi beragama islam dan perkawinan yang dicatatkan di KUA bahwa anak berumur kurang dari 12 tahun hak asuh atas anak jatuh pada ibunya. utuk non islam yang dicatatkan dicatatan sipil maka tergantung keputusan dari majelis hakim apakah jatu di tangan Ayah apa Ibu. Dalam hal ini siapkan dalil dan bukti-bukti yang menguatkan agar anak jatuh ditangan saudara.

-Semoga pemaparan ini dapat menjadi referensi dan pemahaman awal-

Ditulis Oleh: Ranec

2 thoughts on “Perceraian dan Hak Asuh Atas Anak

  1. dear mbak ria, bagaimana kita bs mendapatkan informasi mengenai biaya-biaya resmi khususnya tentang gugatan harta bersama/gono gini agar bs terhindar dari oknum-oknum yang menyesatkan, mengambil keuntungan di air keruh. pernikahan dilakukan di catatan sipil , terima kasih sebelumnya rudy

    • Dear Rudy,
      Pernikahan yang dicatatkan di catatan sipil maka pengajuan gugatan adalah di Pengadilan Negeri.
      untuk masalah biaya perkara pertama kali, tidak ada aturan yang mendasarinya. Biaya pajer antara PN tidak sama tergantung Kebijakan dari Ketua Pengadilan Negeri dan disamping itu dilihat pula dari dekat/jauhnya relas panggilan. untuk lebih jelas silahkan datang ke Pengadilan Negeri ditempat diajukannya gugatan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s